"Ambisi Kejujuran Cinta Yang Fatal"
Oleh: Yogi!
Mengaburkan berjuta cerita yang ada
Mencoba meraih jiwa, mengorbankan segalanya
Hingga tak terhitung masa yang telah kubuang
Hingga tak terhitung luka yang telah engkau goreskan
Sampai gelap malam pun tiba
Tetes demi tetes air mata mengalir
Memenuhi ruang gelap hati ini
Hati yang menjerit kesakitan
Diam membisu tanpa suara
Mencoba lantang namun apa daya
Engkau terdiam dan berbalik pulang
Seribu bisu dalam getirnya malam
Seribu tanda tanya dalam hati nan luka
Kucoba menghapus segala rasa
Dalam keheningan malam yang fana
Hujan rintik menyertai malamku
Tuk terlelap dalam alunan melodi jiwa nan malang
Hingga mentari pagi membangunkanku dari tidur panjangku
Mengajakku kembali ke pangkuan horizon
Dimana dunia yang luas nan indah menungguku
Seolah berbisik dengan senyum manis di bibirnya
Hingga tak berapa lama ia pun berkata:
"Sudahlah nak, waktunya pulang"
Yang menyadarkanku akan pedihnya cinta
Cinta..
Rasa yang tak semestinya ada
Rasa yang hanya menjadi cobaan
Bukan rasa yang menjadi kawan dalam suka nan duka
Kalaupun cinta memanglah ada
Aku akan menemukannya kelak
Kelak, saat waktu berkata segalanya
Akupun berbalik dan melangkah
Meninggalkan kisah yang penuh makna
Kisah terindah dan terburukku
Dimana hidup matiku, pernah kuimpikan tuk selalu bersamamu
Walaupun akhirnya terpisahkan oleh pedihnya jurang pembatas
Namun setidaknya aku pernah belajar
Bagaimana cara mempertahankan
Ambisi dan kejujuran cinta yang fatal
14 April 2015
#positive

0 komentar:
Posting Komentar