"Iya, Mungkin"
Oleh: Yogi!
Melangkah lagi,
Dan mencoba yakin
Mengelak dari arus dingin membeku
Seketika,
Setelah sentuhan hangat pun datang memeluk
Lalu bangunkan jiwa yang lama tlah pergi
Namun pun sama,
Kan seperti orang berjalan di tempat
Atau kan parah berlebih
Lalu lah kabur dalam pandangan
Mundur sejenak, kereta malam kan lewat
Tersenyum di dalamnya
Agak blur memang,
Namun detik pun seolah berkata: haru bahagia yang melekat di sana - dengan siapa?
Kan terkesima siapapun dibuatnya - serasa makan bara, bagiku.
Di sampingnya kereta kuda melangkah
Di atasnya, kemilau permata membara - merusak retina, mataku.
Anggun rasanya kan jadi dikau
Berselimut tawa
Gugurkan alam bayangan
Bersama pangeran dari jauh
Yang entah asal usulnya bagaimana
Entahkah dia macam kan perak menawan
Atau bahkan segumpal bualan di pinggir jalan - yang ditinggal empunya, di dalam kresek hitam - mengkilat - pula botolan berdebu, bau
Entahlah..
Namun bukan aku,
Jadi apalah arti semua ini?
Perlu kah lanjutkan melangkah?
Mungkin pertanyaan konyol yang valid
Kan kujawab nanti,
Setelah aku berlari, mengejar kereta kuda tadi.
11 September 2015
PrincessR

0 komentar:
Posting Komentar